Wed,
April 14th 2015
Rejeki anak soleh…
Itu kalimat yang sering saya dengar
apabila teman – teman saya mendapatkan sesuatu yang tidak mereka duga
sebelumnya. Jadi, judul post saya kali ini adalah rejeki anak soleh, bukan
karena saya merasa soleh, tapi karena saya mendapat sesuatu yang tidak saya
sangka sebelumnya. Dan sampai sekarang masih suka mikir, kok ya bisa gitu..
Awal ceritanya, kemarin hari Jumat
saya mengajak teman saya untuk datang ke pengajian di Masjid Istiqlal pada hari
Minggu. Di hari itu K.H Abdullah Gimnastiar atau yang akrab disebut Aa Gym akan
memberikan tausiah. Namun teman saya sempat ragu karena di hari itu adalah hari
terakhir inacraft di JCC. Rupanya ia ingin datang ke perhelatan pameran produk
Indonesia terbesar yang hanya diadakan setahun sekali itu. Saya sebagai orang
yang suka jalan – jalan, ya tentu saja tergoda juga.
Namun alhamdulillah, Alloh masih
meluruskan niat kami, sehingga akhirnya kami putuskan untuk tetap pergi
mengaji, baru setelah itu lanjut ke JCC. Dalam tausiahnya Aa Gym berkata bahwa kita tidak tahu rejeki kita ada di mana,
tapi rejeki tau kita ada di mana. Rejeki itu nanti akan mendatangi kita. Tanpa
mengesampingkan pentingnya ikhtiar, maksud Aa Gym disini adalah dalam
berikhtiar itu tetap harus ingat kepada Alloh, tidak perlu lah terlalu ngoyo. Karena kalau memang rejeki kita,
ngga akan kemana – mana kok.
Dan di hari itu juga Alloh
membuktikannya kepada saya. Singkat cerita ketika kami keluar dari halte busway
JCC dan baru saja masuk ke pagar JCC, ada seorang Ibu yang mendekati kami.
Beliau bertanya kepada saya, mbak mau
masuk ke JCC ya? Saya jawab, iya Bu.
Lalu dia bilang, ini sayapunya banyak
tiket. Lalu dia memberikan masing – masing sebuah tiket kepada saya dan
teman saya. Lalu saya bertanya lagi, saya
bayar berapa Bu? Kata Ibu itu, Tidak
usah. Nah lo, rejeki ngga kemana – mana kan.
Alhamdulillah….
Kita tidak tahu rejeki kita ada di mana
Tapi rejeki tahu kita ada di mana
-Aa Gym-