Aku
tahu aku belum sempurna menjalankan tugasku. Aku tahu bahwa kegagalan kemarin ,
salah satunya adalah karena kesalahanku. Aku tak pernah merasa bahwa aku lebih
baik dari dia, tapi apakah memang tak pernah kau dengar bagaimana orang
bercerita tentang perangainya.
Wahai
pengemban amanah, aku tahu bebanmu sungguh berat. Dan maafkan aku yang tak
berhasil membantumu, bahkan turut andil dalam salah satu kegagalanmu. Tapi apakah
bijak jika engkau menutup mata, hati, dan telingamu atas nasib mereka yang
sangat bergantung kepada keputusanmu itu…
Bukalah
mata dan telingamu. Seluruh dunia telah membicarakan betapa buruk perangai
tangan kananmu itu. Entah apa yang telah ia ucapkan kepadamu, hingga kau dengan
mudahnya bertekuk lutut dan menuruti semua sarannya. Lihatlah nasib mereka yang
tertindas karena keputusanmu itu. Tolong, bukalah hatimu….
Sungguh
aku tak ingin kau termasuk ke dalam golongan orang – orang yang dzolim wahai
pengemban amanah. Aku tahu kau bukan orang jahat. Tapi dengan caramu menutup
mata, hati, dan telingamu atas kedzoliman yang terjadi di depan matamu; padahal
kau sanggup untuk mencegah kedzoliman itu terjadi; adalah merupakan suatu
bentuk kedzoliman yang lebih besar wahai pengemban amanah.
Maafkan
aku, wahai pengemban amanah. Yang hanya sanggup mengingatkanmu dengan doa. Pintaku
hanya semoga engkau mau membuka mata, hati, dan telingamu. Karena engkau sang
pengemban amanah. Begitu banyak nasib orang yang bergantung kepada keputusanmu.
Semoga Alloh senantiasa menunjukkan jalan yang tepat bagimu mengambil
keputusan..
Tuesday, January 12, 2016
Catatan seorang
wanita lemah..
Yang telah
gagal dalam salah satu tugasnya..
Dan hanya bisa
berharap kepada kebijakan sang pengemban amanah..
Untuk menegakkan
keadilan..
Seraya senantiasa
berdoa..
Semoga tiada
pernah menjadi golongan orang –orang yang gemar mendzolimi orang lain dan
dirinya…