Apa yang saya tulis kali ini adalan merupakan buah pemikiran pribadi. Tidak ada maksud untuk men-judge, menilai, atau menyalahkan. Semua hanya murni pemikiran pribadi. Dan tentu saja saya terbuka atas kritik dan saran yang diberikan kepada saya, tapi dengan hormat saya tidak ingin ada perdebatan.
Dari pemahaman saya, dengan ilmu saya yang masih minim ini, yang saya tau asuransi (dalam post ini, asuransi = asuransi konvensional bukan asuransi syariah) dalam Islam adalah haram. Dari berbagai info yang saya cari, secara garis besar keharamannya disebabkan karena asuransi ini mirip judi,memiliki unsur spekulasi; kemudian ada unsur ketidakjelasan tentang kapan klaim akan diberikan dan jumlahnya; lalu adanya unsur riba. Dilema mulai muncul saat instansi tempat saya bekerja menawarkan program asuransi untuk pegawainya. Ya, menawarkan, yang artinya program asuransi ini bersifat opsional, boleh tidak diikuti. Namun akhirnya saya putuskan untuk tidak mengikuti asuransi tersebut. Tidak murni karena saya tahu itu haram, tapi memang ketakutan karena asuransi masih diharamkan juga menjadi pertimbangan saya. Bahkan saya sampai berpikir, jangan-jangan karena mengikuti asuransi, yang tadinya sehat-sehat saja malah dikasih sakit.
Namun Alloh menguji saya dengan memberikan saya sakit yang membuat saya hampir dirawat inap di rumah sakit, dalam keadaan saya tidak memiliki tabungan sama sekali. Hal tersebut membuat saya berpikir untuk mengikuti asuransi yang ditawarkan oleh instansi tempat saya bekerja. Ditambah lagi dengan cerita rekan kerja saya betapa asuransi tersebut bermanfaat sekali ketika anaknya sakit. Sehingga kemudian di tahun berikutnya, ketika instansi tempat saya bekerja menawarkan kembali program asuransi tersebut, saya dengan yakin dan bersemangat pun mengikuti program tersebut.
Saya adalah orang yang cukup concern menjaga kesehatan. Saya menjaga pola makan dan pola hidup saya. Saya pun rajin berolahraga. Sehingga saya pun termasuk orang yang jarang sakit. Kalaupun sakit, biasanya dengan istirahat cukup dan minum vitamin saja, kondisi saya kembali pulih. Namun setelah saya mengikuti asuransi yang disediakan oleh instansi tempat saya bekerja, sampai saat ini, belum satu tahun asuransi tersebut berjalan, saya sudah tiga kali sakit yang cukup parah, yang memaksa saya untuk pergi ke dokter (dengan memanfaatkan asuransi tentu saja). Mulai terbersit dalam pikiran saya, apakah ini semua karena saya mengikuti asuransi.
Teman saya pun menyadari perbedaan kondisi kesehatan saya. Dia pun heran, saya yang tadinya sangat jarang sakit, kenapa sekarang sering sekali sakit. Pikiran bahwa mungkin ini semua karena saya mengikuti asuransi sangat mengganggu saya. Mungkin Alloh sedang menegur saya,mengembalikan saya ke jalan yang benar. Supaya saya tidak semakin salah jalan. Atau mungkin ini hukuman Alloh di dunia untuk saya, untuk meringankan siksa akhirat saya. Entahlah, mungkin memang sudah takdirnya saya sakit. Tapi saya sungguh ingin kembali ke jalan yang (menurut pemahaman saya) benar, yaitu tidak mengikuti asuransi. Bukankah Alloh telah berjanji, sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan?
Saya tahu, dengan saya berhenti mengikuti asuransi, belum tentu saya menjadi jarang sakit. Memang mungkin sudah menjadi takdir saya untuk sering sakit. Saya hanya ingin menjadi hamba yang bertaqwa, mengikuti apa yang Alloh perintahkan.
Terima kasih ya Alloh, sekali lagi Engkau memberiku hidayah untuk kembali ke jalan yang benar.
Alloh menegurku... dengan halus... dengan penuh kasih sayang. Alhamdulillah
Minggu, 25 Januari 2015
Minggu, 18 Januari 2015
BALADA KARTU ATM
Rizki itu ada di tangan Alloh. Semua orang tahu itu. Dan semua orang bisa
mengucapkan kalimat itu. Tapi apakah mereka (dan saya) yang mengucapkan kalimat
itu benar-benar meyakininya. Wallohu a'lam bish-showab. Hanya Alloh yang tahu.
Mungkin bahkan diri saya sendiri tidak tahu apakah saya benar-benar meyakini
kalimat itu.
Sungguh banyak cara yang diberikan Alloh untuk mengajarkan kepada umatnya betapa besar kekuatan-Nya, dan betapa kecil daya kita hamba-hamba Alloh ini. Salah satunya Alloh mengajarkan kepada saya tentang misteri rizki ini melalui suatu musibah yang dialami teman saya (semoga ia diberikan ketabahan dan Alloh memberikan ganti yangl lebih baik kepadanya) yang akan saya tulis dalam tulisan kali ini.
Saya adalah tipe orang yang lebih memilih memegang uang cash dalam jumlah sedikit. Toh saya sering bepergian, jadi bisa sewaktu-waktu mampir ke ATM apabila membutuhkan uang lebih. Apalagi sekarang transaksi dimana-mana sudah lumrah menggunakan kartu debit yang sungguh sangat memudahkan. Dengan memgang uang cash dalam jumlah kecil, saya merasa menjadi lebih hemat, selain itu saya merasa lebih aman, karena apabila saya mendapat musibah seperti dompet saya tertinggal atau hilang, maka uang yang hilang tidak terlalu besar. Saya merasa tenang dengan kebiasaan saya memegang uang cash dalam jumlah kecil ini.
Namun suatu kejadian yang dialami teman saya membuat saya berpikir ulang. Kejadian ini berawal ketika teman saya mengambil uang di ATM Bank B, namun uang yang diambil tidak keluar, sedangkan saldo rekening milik teman saya berkurang. Akhirnya teman saya mengajukan laporan kepada bank yang bersangkutan. Bank yang bersangkutan berjanji akan segera memproses laporan pengaduan teman saya tersebut. Tapi ada kepesimisan yang dirasakan oleh teman saya ini. Pasalnya beberapa bulan sebelumnya, teman saya mengalami kejadian yang mirip dengan yang dialaminya sekarang. Ketika ia mengambil uang di ATM bank M, uang yang keluar tidak sesuai dengan jumlah yang ia tarik. Ia menarik tunai sebesar 1 juta rupiah, namun uang yang keluar hanya 800ribu rupiah. Sedangkan saldo di rekeningnya berkurang sebesar 1juta rupiah. Dia langsung mengajukan laporan kepada bank M, yang pada akhirnya setelah melalui pengecekan bank M menjawab bahwa kekurangan uang teman saya ini tidak bisa diberikan karena berdasarkan pengecekan mesin ATM diketahui bahwa saldo di mesin ATM sudah balance. Seharusnya apabila ada kekurangan uang yang keluar dalam transaksi penarikan tunai, maka jumlah uang di mesin ATM tidak balance dengan jumlah tercatat. Seharusnya ada jumlah kelebihan uang di mesin ATM. Namun ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saldo uang di mesin ATM telah balance.
Setelah mendengar kejadian yang dialami teman saya ini, hilang sudah rasa tenang yang saya rasakan. Saya pikir dengan memegang uang cash dalam jumlah kecil, uang saya aman di bank, aman di mesin ATM. Ternyata apabila uang tersebut bukan rizki saya, mau disimpan dimana pun, uang itu tetap akan pergi dari saya, pergi ke pemilik sebenarnya.
Rizki memang benar-benar di tangan Alloh. Jika Ia menghendaki, maka dengan mudahnya apa yang kita sangka menjadi milik kita pergi begitu saja. Maka tenangkan hati hanya dengan menyerahkan segala urusan hanya kepapda Alloh.
Sungguh banyak cara yang diberikan Alloh untuk mengajarkan kepada umatnya betapa besar kekuatan-Nya, dan betapa kecil daya kita hamba-hamba Alloh ini. Salah satunya Alloh mengajarkan kepada saya tentang misteri rizki ini melalui suatu musibah yang dialami teman saya (semoga ia diberikan ketabahan dan Alloh memberikan ganti yangl lebih baik kepadanya) yang akan saya tulis dalam tulisan kali ini.
Saya adalah tipe orang yang lebih memilih memegang uang cash dalam jumlah sedikit. Toh saya sering bepergian, jadi bisa sewaktu-waktu mampir ke ATM apabila membutuhkan uang lebih. Apalagi sekarang transaksi dimana-mana sudah lumrah menggunakan kartu debit yang sungguh sangat memudahkan. Dengan memgang uang cash dalam jumlah kecil, saya merasa menjadi lebih hemat, selain itu saya merasa lebih aman, karena apabila saya mendapat musibah seperti dompet saya tertinggal atau hilang, maka uang yang hilang tidak terlalu besar. Saya merasa tenang dengan kebiasaan saya memegang uang cash dalam jumlah kecil ini.
Namun suatu kejadian yang dialami teman saya membuat saya berpikir ulang. Kejadian ini berawal ketika teman saya mengambil uang di ATM Bank B, namun uang yang diambil tidak keluar, sedangkan saldo rekening milik teman saya berkurang. Akhirnya teman saya mengajukan laporan kepada bank yang bersangkutan. Bank yang bersangkutan berjanji akan segera memproses laporan pengaduan teman saya tersebut. Tapi ada kepesimisan yang dirasakan oleh teman saya ini. Pasalnya beberapa bulan sebelumnya, teman saya mengalami kejadian yang mirip dengan yang dialaminya sekarang. Ketika ia mengambil uang di ATM bank M, uang yang keluar tidak sesuai dengan jumlah yang ia tarik. Ia menarik tunai sebesar 1 juta rupiah, namun uang yang keluar hanya 800ribu rupiah. Sedangkan saldo di rekeningnya berkurang sebesar 1juta rupiah. Dia langsung mengajukan laporan kepada bank M, yang pada akhirnya setelah melalui pengecekan bank M menjawab bahwa kekurangan uang teman saya ini tidak bisa diberikan karena berdasarkan pengecekan mesin ATM diketahui bahwa saldo di mesin ATM sudah balance. Seharusnya apabila ada kekurangan uang yang keluar dalam transaksi penarikan tunai, maka jumlah uang di mesin ATM tidak balance dengan jumlah tercatat. Seharusnya ada jumlah kelebihan uang di mesin ATM. Namun ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saldo uang di mesin ATM telah balance.
Setelah mendengar kejadian yang dialami teman saya ini, hilang sudah rasa tenang yang saya rasakan. Saya pikir dengan memegang uang cash dalam jumlah kecil, uang saya aman di bank, aman di mesin ATM. Ternyata apabila uang tersebut bukan rizki saya, mau disimpan dimana pun, uang itu tetap akan pergi dari saya, pergi ke pemilik sebenarnya.
Rizki memang benar-benar di tangan Alloh. Jika Ia menghendaki, maka dengan mudahnya apa yang kita sangka menjadi milik kita pergi begitu saja. Maka tenangkan hati hanya dengan menyerahkan segala urusan hanya kepapda Alloh.
Semoga
Alloh senantiasa mencukupi kita semua
Dengan
rizki yang halal
Penuh
barokah
Dan
membawa kebaikan
Baik di dunia maupun di
akhirat
Aamiin
DIVERGENT IN MY PERSPECTIVE
Fri, Sept 19th, 2014
DIVERGENT. Secaran
bahasa berarti berbeda atau berlainan. Dalam bahasa Inggris disinonimkan dengan
different, distict, diverse, dan
lain-lain. Ini adalah merupakan judul novel fiksi ilmiah karya penulis Amerika
Serikat bernama Veronica Roth. Novel ini merupakan seri pertama dari novel
trilogi Divergent. Novel ini kemudian
diadaptasi menjadi sebuah film oleh Summit Entertainment pada tahun 2014.
Secara singkat novel ini bercerita tentang sebuah lokasi
(dalam novel dituliskan adalah kota Chicago di masa depan) yang memiliki
penduduk yang dikotak-kotakkan menjadi beberapa faksi menurut karakter mereka
masing-masing. Faksi-faksi tersebut antara lain, faksi Candor yang memiliki sifat jujur (di dalam film digambarkan
seolah-olah bekerja di pengadilan), faksi Erudite
yang merupakan orang-orang jenius (di dalam film digambarkan bekerja di
laboratorium), faksi Amity yang
memiliki sifat suka damai, selalu bahagia, dan suka hidup dalam keharmonisan
(yang entah kenapa di dalam film digambarkan sebagai petani yang mengolah
lahan). Dua faksi berikutnya adalah Dauntless
yang memiliki sifat pemberani sehingga mereka bertugas menjadi polisi penjaga
keamanan untuk mengamankan kota dan faksi Abnegatioan
yang memiliki sifat penolong. Faksi Abnegation
ini berjiwa sosial bahkan mereka menampung orang-orang yang tidak masuk ke
dalam 5 faksi yang ada (di dalam film digambarkan seperti gelandangan). Karea
kecenderungan Abnegation untuk
melayani masyarakat, mereka dipercaya menjadi pengelola pemerintahan.
Adalah Tris Prior (pada awal film
bernama Beatrice Prior) putri dari Andrew Prior yang merupakan salah satu
petinggi faksi Abnegation telah
menginjak usia dewasa, sehingga ia harus menjalani semacam tes kepribadian
untuk menentukan di faksi manakah dia akan bergabung. Namun yang sungguh
mengejutkan ternyata Tris memiliki kepribadian Abnegation, Erudite, dan Dauntless.
Petugas yang melakukan pengujian kepadanya memasukkannya ke dalam faksi Abnegation secara manual, dan meminta
Tris segera meninggalkan lokasi ujian dan tidak mengatakan kepada siapapun
tentang hasil uji kepribadian yang sesungguhnya. Orang semacam Tris ternyata
disebut divergent, yang mana oleh
kebanyakan orang dianggap berbahaya karena dapat merusak sistem faksi.
Tris yang sejak kecil telah mengagumi
Dauntless yang menurutnya lepas,
bebas, dan pemberani, memutuskan untuk memilih Dauntless sebagai faksinya pada hari pemilihan. Dalam masyarakat
ini, faksi di atas keluarga, yang artinya ketika Tris memutuskan untuk menjadi
seorang Dauntless, maka ia harus
meninggalkan keluarganya. Untuk menjadi anggota Dauntless ternyata tidak mudah bagi Tris. Ia harus melewati
berbagai pelatihan dan ujian. Pelatihan dan ujian itu membuatnya mengenal lebih
dekat instrukturnya yang bernama Four yang kelak menjadi kekasihnya.
Konflik utama dalam film ini
adalah ketika pimpinan Erudite merasa
bahwa faksi mereka lah yang seharusnya menjalankan pemerintahan dan bukannya
faksi Abnegation. Konfilk diperparah
dengan tidak setujunya Erudite atas
keputusan Abnegation untuk menampung para Divergent (Erudite merasa
Divergent harusnya dibunuh). Dengan
hasil penelitian mereka Erudite
memanipulasi faksi Dauntless
menggunakan sebuah serum yang merubah Dauntless
menjadi semacam robot yang tidak sadar dan digerakkan oleh mesin pengontrol
untuk menggulingkan faksi Abnegation.
Disinilah Tris dan Four berjuang bersama untuk mengahalangi Erudite menghansurkan Abnegation.
Pesan moral yang paling menyentuh
saya dari film ini adalah bahwa begitu pentingnya ilmu pengetahuan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Karena terbukti Erudite
yang jenius ternyata dapat memanfaatkan pengetahuan mereka untuk
mengalahkan yang mereka anggap musuh. Dan disinilah juga pentingnya
menyeimbangkan apa yang disebut IQ dengan EQ dalam kehidupan nyata. Karena IQ
tanpa didampingi dengan EQ yang baik tentu menjadi rawan untuk disalahgunakan.
Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang baik intelektualitas maupun
spiritualitas. Saya rasa itulah nilai yang dapat saya ambil dalam film ini.
Kuat dalam spiritual namun tidak peduli dengan ilmu penetahuan hanya akan
membuat kita dibodohi oleh mereka yang lebih cerdas. Namun janganlah menjadikan
ilmu pengetahuan segalanya, karena ilmu pengetahuan ini tanpa didampingi dengan
kualitas spiritual niscaya hanya akan membawa kesesatan.
Sekian sedikit tulisan tentang
buah pemikiran saya yang terus berusaha mengambil setiap pelajaran dari semua
kejadian yang ada, bahkan ketika saya sedang melihat suatu film. Semoga
bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya, dan saya pada khususnya. Terima
kasih, sampai jumpa di tulisan berikutnya
Semoga Alloh memberi kemampuan untuk
membedakan
yang baik dan yang buruk
sehingga kita tidak tersesat
aamiin
Langganan:
Komentar (Atom)