Fri, Sept 19th, 2014
DIVERGENT. Secaran
bahasa berarti berbeda atau berlainan. Dalam bahasa Inggris disinonimkan dengan
different, distict, diverse, dan
lain-lain. Ini adalah merupakan judul novel fiksi ilmiah karya penulis Amerika
Serikat bernama Veronica Roth. Novel ini merupakan seri pertama dari novel
trilogi Divergent. Novel ini kemudian
diadaptasi menjadi sebuah film oleh Summit Entertainment pada tahun 2014.
Secara singkat novel ini bercerita tentang sebuah lokasi
(dalam novel dituliskan adalah kota Chicago di masa depan) yang memiliki
penduduk yang dikotak-kotakkan menjadi beberapa faksi menurut karakter mereka
masing-masing. Faksi-faksi tersebut antara lain, faksi Candor yang memiliki sifat jujur (di dalam film digambarkan
seolah-olah bekerja di pengadilan), faksi Erudite
yang merupakan orang-orang jenius (di dalam film digambarkan bekerja di
laboratorium), faksi Amity yang
memiliki sifat suka damai, selalu bahagia, dan suka hidup dalam keharmonisan
(yang entah kenapa di dalam film digambarkan sebagai petani yang mengolah
lahan). Dua faksi berikutnya adalah Dauntless
yang memiliki sifat pemberani sehingga mereka bertugas menjadi polisi penjaga
keamanan untuk mengamankan kota dan faksi Abnegatioan
yang memiliki sifat penolong. Faksi Abnegation
ini berjiwa sosial bahkan mereka menampung orang-orang yang tidak masuk ke
dalam 5 faksi yang ada (di dalam film digambarkan seperti gelandangan). Karea
kecenderungan Abnegation untuk
melayani masyarakat, mereka dipercaya menjadi pengelola pemerintahan.
Adalah Tris Prior (pada awal film
bernama Beatrice Prior) putri dari Andrew Prior yang merupakan salah satu
petinggi faksi Abnegation telah
menginjak usia dewasa, sehingga ia harus menjalani semacam tes kepribadian
untuk menentukan di faksi manakah dia akan bergabung. Namun yang sungguh
mengejutkan ternyata Tris memiliki kepribadian Abnegation, Erudite, dan Dauntless.
Petugas yang melakukan pengujian kepadanya memasukkannya ke dalam faksi Abnegation secara manual, dan meminta
Tris segera meninggalkan lokasi ujian dan tidak mengatakan kepada siapapun
tentang hasil uji kepribadian yang sesungguhnya. Orang semacam Tris ternyata
disebut divergent, yang mana oleh
kebanyakan orang dianggap berbahaya karena dapat merusak sistem faksi.
Tris yang sejak kecil telah mengagumi
Dauntless yang menurutnya lepas,
bebas, dan pemberani, memutuskan untuk memilih Dauntless sebagai faksinya pada hari pemilihan. Dalam masyarakat
ini, faksi di atas keluarga, yang artinya ketika Tris memutuskan untuk menjadi
seorang Dauntless, maka ia harus
meninggalkan keluarganya. Untuk menjadi anggota Dauntless ternyata tidak mudah bagi Tris. Ia harus melewati
berbagai pelatihan dan ujian. Pelatihan dan ujian itu membuatnya mengenal lebih
dekat instrukturnya yang bernama Four yang kelak menjadi kekasihnya.
Konflik utama dalam film ini
adalah ketika pimpinan Erudite merasa
bahwa faksi mereka lah yang seharusnya menjalankan pemerintahan dan bukannya
faksi Abnegation. Konfilk diperparah
dengan tidak setujunya Erudite atas
keputusan Abnegation untuk menampung para Divergent (Erudite merasa
Divergent harusnya dibunuh). Dengan
hasil penelitian mereka Erudite
memanipulasi faksi Dauntless
menggunakan sebuah serum yang merubah Dauntless
menjadi semacam robot yang tidak sadar dan digerakkan oleh mesin pengontrol
untuk menggulingkan faksi Abnegation.
Disinilah Tris dan Four berjuang bersama untuk mengahalangi Erudite menghansurkan Abnegation.
Pesan moral yang paling menyentuh
saya dari film ini adalah bahwa begitu pentingnya ilmu pengetahuan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Karena terbukti Erudite
yang jenius ternyata dapat memanfaatkan pengetahuan mereka untuk
mengalahkan yang mereka anggap musuh. Dan disinilah juga pentingnya
menyeimbangkan apa yang disebut IQ dengan EQ dalam kehidupan nyata. Karena IQ
tanpa didampingi dengan EQ yang baik tentu menjadi rawan untuk disalahgunakan.
Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang baik intelektualitas maupun
spiritualitas. Saya rasa itulah nilai yang dapat saya ambil dalam film ini.
Kuat dalam spiritual namun tidak peduli dengan ilmu penetahuan hanya akan
membuat kita dibodohi oleh mereka yang lebih cerdas. Namun janganlah menjadikan
ilmu pengetahuan segalanya, karena ilmu pengetahuan ini tanpa didampingi dengan
kualitas spiritual niscaya hanya akan membawa kesesatan.
Sekian sedikit tulisan tentang
buah pemikiran saya yang terus berusaha mengambil setiap pelajaran dari semua
kejadian yang ada, bahkan ketika saya sedang melihat suatu film. Semoga
bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya, dan saya pada khususnya. Terima
kasih, sampai jumpa di tulisan berikutnya
Semoga Alloh memberi kemampuan untuk
membedakan
yang baik dan yang buruk
sehingga kita tidak tersesat
aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar